Dapet Wawancara Kerja
Lima hari kemaren teman kost-an saya ngasih tahu, kalau sehari sebelumnya ada telepon dari seseorang yang bernama Leny untuk melakukan wawancara kerja.
Memang sih seminggu yang lalu saya kirim lamaran kerja ke beberapa perusahaan. Ya... itung-itung cari pengalaman baru, tantangan baru dan penghidupan yang lebih baik. Soalnya di tempat kerjaku sekarang ini kayaknya kok nggak ada sesuatu yang diharapkan. Semuanya serba monoton. Pekerjaannya monoton, tugas-tugasnya monoton dan yang paling penting, penghasilannya juga monoton.
Nah, ternyata lamaran ini ada yang nyangkut juga...
Aku tanya ke teman kost-an tersebut, dari perusahaan mana panggilan wawancara tersebut.
"Nggak nyebutin nama perusahaannya sich, cuma alamatnya katanya di Gedung HSBC Lt.3 di Jalan Asia Afrika. Aa di suruh ke sana hari kamis jam 10.00. Tapi konfirmasi telpon ini, 555-XXXX", gitu jawab dia.
Singkat cerita hari kamis itu pun datang, saya siap-siap dengan semangat untuk menghadiri wawancara tersebut. Gedung HSBC ya? Itu khan adanya di daerah Alun-Alun Bandung. OK lah, pokoknya aku sudah di sana jam 10 teng.
Sesampainya di Lt.3 Gedung HSBC, terpampang nama perusahaan Vallburry. Hmmm... kira-kira perusahaan apa ya? Saya masuk ke ruang tunggu sambil bertanya-tanya dalam hati, "kira-kira ini perusahaan di bidang apa ya?"
Tidak lama kemudian, nama saya pun di panggil dan dipersilahkan untuk menemui Ibu Leny di ruangannya. Diruangan tersebut, saya ditemui oleh seorang wanita usia 25 tahunan dengan muka oriental.
Ternyata saya diwawancara oleh perusahaan yang bergerak di bidang komoditas berjangka yang memperdagangkan indeks saham, valutas asing dan komoditas.
Di akhir wawancara saya ditanya kesiapan untuk ikut training, yang saya jawab dengan kata "Siap, anytime".
Sepulang dari wawancara tersebut, saya mampir ke warnet untuk melakukan sedikit riset tentang perusahaan Vallburry tersebut. Dan hasil riset tersebut agak mencengangkan, karena banyak berita-berita miring yang muncul dari kolom surat pembaca koran-koran online, forum-forum diskusi tentang perusahaan ini.
Opini-opini tersebut sedikit banyak mulai mempengaruhi saya yang pada akhirnya setelah berpikir selama beberapa hari, saya memutuskan untuk tidak menerima pekerjaan sebagi trader di perusahaan tersebut.
Tapi Ide mengenai forexnya sendiri cukup membekas di hati saya, dan saya memiliki gagasan kenapa saya tidak trading sendiri saja. Toh waktu untuk melakukan kegiatan ini cukup leluasa, 24 sehari dan 5 hari seminggu.
Hmmm.... gagasan yang tidak terlalu buruk menurut saya.
Saya pun kemudian searching di google tentang forex dan akhirnya menemukan sebuah perusahaan brokerage yang menawarkan untuk trading forex dengan modal awal yang relatif sangat kecil. Perusahaan tersebut adalah Marketiva, sebuah perusahaan Forex asal Swiss.
Diperusahaan ini, dimungkinkan untuk trading dengan menggunakan micro account mulai dari $1. Pada saat pendaftaran pun, kita di berikan modal awal senilai $5 yang bisa diperdagangkan secara live.
Yang lebih menyenangkan, ternyata banyak juga para trader asal Indonesia yang juga ikut bergabung. Mereka biasanya kumpul-kumpul di ruang chat Indonesia di Marketiva.
OK dech... setelah bergabung, saya harus banyak belajar dulu nich tentang seluk beluk per-Forex-an.
.
.
.

1 comment:
Wah.... ceritanya sama persis dengan yg saya alami nih...
sungguh-sungguh sama... tapi saya bukan di vallbury melainkan di monex...
bedanya... saya masih beberapa langkah dibelakang bapak... (^^')
Post a Comment